Rumah kos dulu boleh digusur
atau dibongkar menjadi gedung menganggur
Buku bertumpuk tertinggal boleh lapuk
Ijazah SMA boleh hilang entah
Badan boleh menua, kepala botak, lalu berkubur di benteng Vredeburg tinggalan Belanda
Tapi tulisan?
cuma ia yang tidak bisa
dibongkar atau hilang
Tulisan itu Air
Tidak bisa mati
Cuma pindah wadah.
Dari kepalaku... ke jariku... ke layar ini...
Lalu ke mata anakku entah
sepuluh duapuluh tahun nanti
Juga ke dada cucu yang lahir belum pasti
Terus menetes lagi jadi hujan di Jogja nan esti
Aku berwasiat kepada anak cucuku,
Nanti kalo aku sudah tiada,
Jangan tinggalkan solat
Jangan cari kuburanku, Le
Cari saja di antara baris ini
Aku tinggal di koma, di titik: dalam tulisan
Kini, jika Ingin kembali berasyik-masyuk
dengan asyatidz sejuk masjid Mardhiyah, Masjid Syuhada?
Putar saja nasyid Izzatul Islam juga Snada
Mau bernostalgia dengan Malioboro serta pasar buku Shopping Center?
Putar lagu "Yogyakarta" Kla-Project
Mau ketemu indah gunung Merapi,
juga puncak garudanya?
Kenang rapat demo '98 di lerengnya, Kaliurang
Mau dengar debur ombak
di tebing Pantai Parangkusumo?
Berjaga malam dalam hening ibadah sukmo
Mau lihat pertapan pertemuan,
Sultan dengan Nyi Roro Kidul?
Olah nafas Merpati Putih tanggul
Mau bersulang dengan hujan Jogja?
Teguk air hulu sungai Code nan sejuk
Aku sudah titip semuanya dalam kata-kata
Aku tidak ninggalin harta, Nak
Aku ninggalin
cara pulang ke haribaan Tuhan Ilaahi
Caranya: ibadah, membaca dan menulis isi hati
Menulis rindu sedih biar tidak menjadi kanker
Menulis luka dalam
biar tidak menjadi dendam
Menulis lelap dengkur biar orang lain bisa tidur
Menjadi penulis forever,
Bukan biar dikenang dan tepukan tangan lelanang
Tapi biar yang hilang tetap punya rumah tak berhalang
Rumahnya di sini,
di halaman essay, cerpen, syair puisi
KA Senja Pasundan cuma sekali jalan,
ke kota Bandung selepas kuliah kebetulan
Tapi tulisan ini?
Dia bus-kotaku yang berangkat tiap detik
Membawaku balik ke Jogja kapan saja aku mau tilik
Kan kupegang pena selalu
Atau keyboard laptop smartphone
Atau air putih penyejuk raga style
di atas meja belajar Olympic imagine
Menulis terus,
Sampai Mbah Marijan dawuh ,
"Wes, Le. Cukup. Kowe wes purna kawruh ."
Hehe...
Forever, mulai dari satu kata lagi
Mau nulis apa lagi sekarang?
💧✍️ Arto'Latief 240426
Inspirasi
Elegi Penulis (Ed. Yogyakarta)
Terbaru di Inspirasi
Lihat semua →
Antara Bara dan Hidayah
24 Apr 2026
· 13x
Pria Tua di Warkop Lik Seno
24 Apr 2026
· 404x
Lidah Beracun
23 Apr 2026
· 34x
Pohon itu Tumbang
20 Apr 2026
· 54x
Istana Cahaya untuk Mas Khum
17 Apr 2026
· 87x
Warisan Sujud Makdhe
15 Apr 2026
· 691x
✍️Kenangan : Sepeda Jengki Tua
19 Mar 2026
· 162x
Aku Bukan GURU, Hanya TEMAN BERMAIN
28 Feb 2026
· 53x